Universitas Esa Unggul Perkuat Pengelolaan Limbah Anorganik melalui Pemanfaatan Berkelanjutan

Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul (UEU) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kampus hijau melalui pengelolaan limbah anorganik yang terukur, aman, dan berorientasi pada keberlanjutan. Berbagai jenis limbah anorganik, mulai dari plastik, B3, hingga elektronik yang dikelola secara profesional dan hasil pengolahannya dimanfaatkan kembali untuk kepentingan internal, edukasi, hingga kontribusi sosial bagi masyarakat.

Pemanfaatan Limbah Plastik untuk Kreativitas Mahasiswa dan Kesejahteraan Pegawai

Limbah plastik anorganik yang dikumpulkan dan dipadatkan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran mahasiswa, khususnya pada program studi seni dan desain. Limbah plastik diolah menjadi karya seni kreatif yang dipamerkan dan dilelang dalam berbagai kegiatan kampus, sehingga memiliki nilai ekonomi.

Sebagian limbah plastik yang telah dipilah sesuai jenis juga dijual kepada pengepul di sekitar lingkungan kampus. Dana hasil penjualan digunakan untuk pengembangan kegiatan pengelolaan sampah kampus serta peningkatan kesejahteraan tenaga kebersihan UEU.
Berdasarkan catatan Green Campus Task Force UEU, rata-rata limbah plastik anorganik yang dihasilkan mencapai 62,5 kg/hari, dengan 50 kg dimanfaatkan untuk kegiatan kreatif dan dana kas pengelolaan sampah, sementara rata-rata 12,5 kg merupakan residu yang dibuang.

Pengolahan Limbah B3 secara Aman dan Ramah Lingkungan

Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dari laboratorium kesehatan ditangani secara khusus di TPS B3 kampus. Limbah cair yang tidak mengandung logam berat namun memiliki bakteri atau jamur melalui proses penetralan dan penyeimbangan pH untuk kemudian dimanfaatkan sebagai komponen pembuatan eco-enzyme dan pupuk kompos.

Rata-rata limbah B3 yang dihasilkan UEU adalah 2,4 kg/hari limbah padat dan 2,6 kg/hari limbah cair. Setiap 1 kg limbah cair menghasilkan 2 liter eco-enzyme, dengan sisa 3–5% yang tetap harus dibuang. Seluruh limbah padat B3 dibuang sesuai prosedur.
UEU bekerja sama dengan PT Jalan Hijau sebagai pengelola resmi limbah B3 infeksius untuk memastikan seluruh limbah berbahaya ditangani sesuai standar dan tidak mencemari lingkungan.

Pemanfaatan Limbah Elektronik untuk Perawatan Perangkat dan Kegiatan Sosial

Limbah elektronik dikumpulkan pada TPS khusus dan ditinjau oleh tim laboratorium komputer untuk menilai kualitas komponennya. Komponen yang masih berfungsi digunakan sebagai spare part pemeliharaan perangkat elektronik kampus, serta dimanfaatkan dalam layanan free service bagi mahasiswa dan dosen.

Selain itu, perangkat elektronik yang masih layak pakai disumbangkan dalam kegiatan amal bagi masyarakat membutuhkan. Limbah elektronik yang tidak dapat dimanfaatkan lebih lanjut dipilah berdasarkan jenis dan dijual kepada pengepul, dengan hasil penjualan kembali dialokasikan untuk pengembangan sistem pengelolaan sampah kampus serta meningkatkan kesejahteraan petugas kebersihan.
UEU mencatat rata-rata limbah elektronik yang dihasilkan adalah 15 kg/bulan, sebagian besar dimanfaatkan sebagai spare part dan sebagian lainnya didonasikan.

Melalui serangkaian inisiatif ini, Universitas Esa Unggul menegaskan langkah nyata dalam mendukung praktik keberlanjutan dan ekonomi sirkular di lingkungan kampus. Upaya ini tidak hanya memperkuat implementasi green campus, tetapi juga melibatkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam gerakan peduli lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Leave A Comment