Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul (UEU) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi semua. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pemasangan rambu-rambu khusus bagi penyandang disabilitas di berbagai titik strategis kampus. Inisiatif ini merupakan bagian dari program “Kampus Inklusif UEU” sekaligus bentuk dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Nomor 10: Mengurangi Kesenjangan (Reduced Inequalities).Komitmen Mewujudkan Kampus Inklusif

Direktur Kampus Jakarta Universitas Esa Unggul, Ir. Duan Elnastio, menjelaskan bahwa pemasangan rambu-rambu khusus difabel ini merupakan bentuk komitmen universitas dalam menyediakan akses pendidikan yang setara bagi seluruh sivitas akademika.

“Pemasangan rambu-rambu khusus untuk difabel ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam menciptakan kampus yang inklusif dan aksesibel. Kami percaya bahwa setiap mahasiswa, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan akses yang sama terhadap fasilitas pendidikan. Ini bukan hanya tentang memenuhi regulasi, tetapi tentang menghargai keberagaman dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh sivitas akademika,” ujar beliau.

Fasilitas dan Lokasi Strategis Pemasangan

Rambu-rambu difabel yang dipasang mencakup berbagai penanda, seperti:

  • Jalur khusus kursi roda

  • Petunjuk arah menuju lift dan ramp

  • Area parkir prioritas penyandang disabilitas

  • Guiding block bagi pengguna tunanetra

Semua penanda dipasang di titik-titik strategis kampus, seperti area parkir, koridor gedung perkuliahan, perpustakaan, kantin, serta akses menuju toilet dan mushola. Rambu-rambu ini dirancang sesuai standar internasional dengan simbol universal yang mudah dipahami.

Dampak Positif bagi Komunitas Kampus

Kehadiran rambu-rambu difabel ini memberikan dampak besar bagi mahasiswa dengan kebutuhan khusus. Mereka kini dapat beraktivitas dengan lebih mandiri dan nyaman. Sistem penanda visual dan taktil (tekstur jalur pemandu) membantu mahasiswa tunanetra dalam mobilitas sehari-hari.

Langkah ini sekaligus menunjukkan kepedulian Universitas Esa Unggul terhadap hak-hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan yang bermartabat dan setara.

Bagian dari Program Besar Kampus Inklusif

Menurut Ir. Duan Elnastio, program ini merupakan bagian dari strategi besar Universitas Esa Unggul dalam menciptakan kampus yang inklusif dan ramah difabel.

“Kami telah melakukan berbagai perbaikan infrastruktur seperti pembangunan ramp, lift, hingga toilet khusus difabel. Pemasangan rambu ini melengkapi upaya tersebut agar mahasiswa difabel dapat bergerak dengan leluasa dan mandiri di seluruh area kampus,” jelasnya.

Program ini juga selaras dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang mewajibkan institusi pendidikan menyediakan akomodasi yang layak dan setara.

Pernyataan Rektor: UEU Dukung SDGs 10 – Reduced Inequalities

Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, S.T., M.B.A., IPU, ASEAN Eng., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari kontribusi universitas terhadap pencapaian SDGs, khususnya SDG 10: Mengurangi Kesenjangan.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun mahasiswa yang tertinggal karena keterbatasan fisik atau akses. Universitas Esa Unggul berkomitmen menjadi kampus yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada keadilan sosial. Inisiatif ini bukan hanya simbol kepedulian, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan akademik kami terhadap pembangunan berkelanjutan,” ungkap Rektor UEU.

Langkah Selanjutnya: Teknologi Assistive dan Inovasi Digital

Universitas Esa Unggul tidak berhenti pada pemasangan rambu semata. Ke depan, UEU berencana mengembangkan fasilitas berbasis teknologi assistive, seperti:

  • Sistem audio informasi kampus untuk tunanetra

  • Aplikasi navigasi kampus ramah difabel

  • Pelatihan bagi sivitas akademika tentang interaksi dan pelayanan inklusif

“Ini adalah perjalanan panjang menuju kampus yang benar-benar inklusif dan berkeadilan. Kami ingin seluruh sivitas akademika Esa Unggul tumbuh dalam lingkungan yang menghargai perbedaan dan menguatkan solidaritas,” pungkas Ir. Duan Elnastio.

Dengan inisiatif ini, Universitas Esa Unggul menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada mutu akademik, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan keberlanjutan, sejalan dengan misi global SDGs.

Leave A Comment